AKTOR senior Anwar Fuadi mempertanyakan usulan pembatasan film impor di Indonesia yang diajukan karena jumlah penonton film nasional terus merosot. Anwar menilai alasan tersebut tidak masuk akal, justru jika film impor dibatasi bisa menjadi bumerang bagi industri film nasional.
Anwar mengatakan, film Indonesia sebenarnya sudah mengalami kemajuan, namun di sisi lain, film impor, terutama Amerika Serikat, jauh lebih pesat.
“Keberadaan film-film impor masih dibutuhkan untuk merangsang kualitas film nasional,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis (9/4).
Ia mengatakan pembatasan film impor bukan solusi, karena segmentasi antara penonton film impor dan nasional berbeda. Masyarakat yang menggemari film impor justru mencari film yang berkualitas.
Ia mengajak insan perfilman nasional untuk concern terhadap peningkatan kualitas, sebab kunci dan peningkatan animo penonton adalah kualitas film.
“Insan perfilman jangan minta proteksi dan jangan cengeng, mari meningkatkan kualitas film nasional,” ujar dia
Ia menuturkan, jika kualitas film Indonesia tidak ditingkatkan maka penonton film nasional juga akan sepi dan industri perfilman nasional merugi.
Peningkatan kualitas film nasional harus dilakukan, selain jumlah penonton yang naik, kesempatan film nasional untuk go international juga semakin besar.
Dia mencontohkan film Hollywood sudah banyak diisi oleh sutradara Asia, seperti India dengan sutradara hebat M. Night Shyamalan.
Sebelumnya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan industi perfilman nasional tidak perlu takut akan kehadiran film impor karena film-film tersebut bisa memicu untuk meningkatkan daya saing nasional.
Sumber: Beritasatu.com
