Siapa yang Harus Menjadi Juru Bicara saat Krisis?

0

Memilih orang yang tepat untuk berbicara saat krisis dapat menjadi kunci Anda dalam menyelesaikan konflik dengan cepat.

Dalam pelatihan media dan pelatihan komunikasi krisis, ada banyak perdebatan tentang siapa yang harus berbicara untuk organisasi Anda dalam krisis. Berikut adalah tiga (3) pendapat umum yang telah Strategy PR rangkum untuk Anda: 

1. CEO
Dalam menghadapi suatu krisis, seorang CEO harus:
Mengelola krisis
Mengelola operasi bisnis
Hal ini terutama berlaku pada jam-jam pertama ketika krisis terjadi, di mana informasi sangat dibutuhkan.

Dalam krisis yang parah yang melibatkan cedera atau kematian, CEO harus menjadi wakil organisasi untuk segera bertindak dan mengklarifikasi, serta menyatakan bertanggung jawab untuk korban.

2. Public Relation

Manager Public Relation atau PR adalah alternatif lain yang dapat menjadi pilihan saat krisis terjadi. Pada jam-jam pertama krisis melanda sebuah organisasi, wartawan bisa datang kapan saja untuk menanyakan informasi. Namun, Manager PR tidak harus menjadi suara tunggal seluruh krisis. Manager PR sebaiknya menjadi anggota dari tim manajemen krisis dan memimpin tim komunikasi krisis.

“Pernyataan Kritis Pertama” harus  ada dalam setiap rencana komunikasi krisis. Ketika beberapa fakta diketahui, maka Manager PR dapat: 

  • Mengakui krisis
  • Memberikan fakta-fakta dasar
  • Katakan sesuatu berupa “menjanjikan informasi lebih lanjut pada briefing selanjutnya” untuk komentar sementara

3. Jajaran Manajemen

Jajaran manajemen juga perlu dilatih untuk menjadi juru bicara. Dalam suatu krisis, Manager PR harus berbicara pada satu jam pertama dari krisis terjadi. Pada akhir jam kedua dari krisis, jajaran manajemen harus mewakili organisasi Anda.

Jika diperlukan, jajaran manajemen dianjurkan untuk tetap menjadi juru bicara saat krisis sedang berlangsung. Kemudian, CEO organisasi dapat tampil sebagai juru bicara pada saat jumpa pers nanti. 

Adanya pelatihan media dapat membantu mengidentifikasi pembicara utama dan pembicara sekunder. Demi menghindari kesalahpahaman atau memperparah kondisi krisis, juru bicara dianjurkan untuk menjalani pelatihan intensif maupun media training terlebih dahulu.

Kondisi pers di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai jurnalisme dan kebebasan pers menjadikan media Indonesia sebagai media yang sangat krisis. Oleh karena itu, sebaiknya pilih lah juru bicara yang sudah terlatih dan memiliki keterampilan bicara di depan umum atau kemampuan public speaking yang baik.

Share.

About Author

Comments are closed.